Catatan Mahasiswa
Minggu, 26 November 2017
Siti Ainur Rodhiyah,
"Kebebasan Mahasiswa"
Terdengar bisikan-bisikan mengusik
Selalu Membicarakan karakteristik
Dari kawan lama yang hari ini kecewa
Bahkan sahabat jiwa yang luntur karena gagal kuasa
Jarang sekali ada keterbukaan
Karena dianggap tidak sejalan
Pemikiran dan gagasan dianggap omong kosong
Hingga akhirnya membentuk jiwa yang sombong
Berdiskusi dianggap tak relevan
Karena permasalan belum diselesaikan
Membaca dianggap dungu
Karena hanya mengupas dari buku
Menulis dianggap murahan
Karena mencoret kisah ketidakpastian
Berfikir kekananan dibilang terlalu agamis
Berfikir kekirian dibilang tak berideologis
Ini adalah ranah pergerakan bukan?
Bukan hanya sebuah komunitas
Ngalor ngidul berbicara ketidakcocokan
Menumpas habis dengan kesesatan emosional
Sungguh lucu mahasiswa hari ini
Mereka lebih suka bernyanyi dan mengatasnamakan perdaulatan
Untuk melawan keintelektualan
Dan mengibaskan sayap kebencian
Mereka lebih suka berkontradiktif
Demi perbaikan rasa pemuasan hati
Tanpa berfikir kemajuan yang nyata
Tanpa mempertimbangkan keangkuhannya
Hari ini kita harus berhati-hati
Mahasiswa mulai lenyap ghirohnya
Pemuasan nafsu dianggap perlu
Belajar ilmu dianggap tabu
Politik dilucuti diarahkan pada hal kotor
Karena merasa posisi terancam
Sosial dipenuhi bukan untuk tujuan
Namun agar mendapatkan penghargaan
Ya..
Memang benar.
Kebanyakan mahasiswa telah menjadi jargon besar
Dizaman millenial penuh dengan kemunafikan
Mahasiswa tidak boleh hanya berjalan
Tetapi membuat lompatan
Jatuh tersungkur kembali berdiri
Bukan hanya mengusap dahi dan bersembunyi dan mengamankan diri
Perjudian kita belum selesai
Prestasi, cinta, dan materi dipertaruhkan
Bersetan mau menang atau kalah
Ini tentang kekuasaan durasi
Siapa dia yang lebih kaya
Dia yang bertahan dalam berjudi
Komentar
Posting Komentar