Hakikat ideologi
"Teman Seideologi"
Waktu telah hampir habis
Mencocokan pemikiran sudah bukan zamannya lagi
Entah bagaimanapun ruwetnya regulasi
Tetaplah kita fungsikan hati nurani
Cacian teman seideologi
Sudah menjadi ujaran setiap hari
Suguhan kenikmatan hari ini
Telah ditelaah untuk konsumsi pribadi
Barangkali ini adalah bukti
Hasil dari pendoktrinan telah menjadi-jadi
Saling cepat mencetak gol sendiri
Agar yang bersangkutan dapat termotivasi
Kasih dan sayang hanya berlaku untuk yang aman
Takut dibongkar tentang posisi kepandaian
Rajin mengikuti alur membosankan
Mengambil langkah seolah netral dan searahan
Wahai teman seideologi
Kita boleh memilih jalan kita masing-masing
Tapi tak boleh takut bayangan sendiri
Karena jiwa pengecut ditentukan lewat sini
Ini bukan hanya soal Komunitas pecinta drama
Atau bahkan olahraga dan seni budaya
Tetapi soal tindakan tegas nyata
Tangkas terhadap kesesatan kelompok
Janganlah cepat labil
Dikit-dikit tertunduk diam
Berparas ayu menenangkan kawan
Padahal sedang mencari tempat persembunyian
Jalan kanan atau kiri
Sejengkal berada didepan jidatmu
Pilihan warna berbagai variasi
Disuguhkan agar diimplementasi
Kalau banyak yang memilih kanan
Kau memilih juga kekanan
Maka ideologinya perlu dipertanyakan
Karena ketakutan dan ikut-ikutan masih menjadi jargon keselarasan
Kalau hanya satu yang memilih kiri
Dan mungkin aku salah satu diantaranya
Jika waktu itu Teman seideologi tak berani menatap
Maka aku harus bermaklum dengan hakekat
Anak-anak manja
(Manis-manis kok jancuk) katanya
Takut pada gerakan dan jabatan
Memilih untuk tetap di rombongan
Heii cukk!!
Sudah berapa lama kita berkawan
Mengangkat tangan kiri sambil mengepal
Berteriak melawan penindasan
1 kata lawan !!
Hei cukk!!
Teman bersetubuhku dan seideolgiku
lama suaramu tak terdengar merdeka
Masih terkendala dengan keciutan mental
Yang kau bungkus dengan persahabatan
Cukk .. djancukk..
Kau berdiri di atas pemikiran orang
Mau membela penindasan tapi ditindas oleh ketakutan sendiri
Merusak akal pikiran yang tidak menyehatkan
Cukk..
Meski kenetralanmu kau anggap jalan paling benar
Masih ku anggap selalu sebagai kemesraan
Karena alam semesta menyaksikan
Siapa yang berjalan dengan ketergantungan
Dan siapa yang berjalan dengan keinginan dan kebutuhan
Cukk..
Djancukk..
Teman seideologi telah ku ingat abadi
Menjadi saksi proses kelahiran sejak bayi hingga kini
Entah generasi imitasi atau mandiri
Djancukk..
Siti Ainur Rodhiyah
Panggil aku Iin saja @97
Komentar
Posting Komentar