Forum melingkar Rakercab (Rancangan Kerja Cabang) PMII Bojonegoro




"Setiap pemimpin mempunyai masanya sendiri", begitulah pikiran yang hadir melintas saat saya menimbang kembali perihal waktu.

Begitu indahnya, hujatan dan gagasan para sahabat dengan berbagai perbedaan karakter. Hal inilah yang dimaksud hidup dalam sebuah organ. Sebuah nyali sangat dibutuhkan guna meningkatkan ketajaman berpikir sekaligus ketajaman mental ala kader PMII.

Siang ini, terdapat agenda penting bagi para saudara kandung ideologi, yakni rakercab(Rancangan kerja cabang) Bojonegoro. Rakercab dilaksanakan guna menyiapkan bekal untuk target agenda besar yakni RAKER. Awal diskusi ini dipimpin oleh sahabat yang seringkali membuat seseorang tercengang yakni sekum PMII Bojonegoro, atau sering disebut dengan panggilan akrabnya "Gus Ulul", beliau sekaligus penghantar atau mediator diskusi yang akan dipimpin langsung oleh Pimpinan tertinggi dari PMII Bojonegoro yakni , Bung Hayan.

Titik point' dari pembahasan rakercab ada 3 bahasan penting.
Pertama, evaluasi atau monitoring mengenai program kerja kepengurusan pada tahun sebelumnya. Dengan berbagai referensi mengenai capaian tahun lalu, para pengurus mencoba mem-bregdown satu demi satu bagian program yang telah dan  belum terealisasi. Hal ini dilakukan guna mengidentifikasi outcame, dan output dari suatu agenda, sehingga dapat menjadi pertimbangan untuk menciptakan hasil pemikiran pun gagasan yang lebih efisien kedepannya.

Kedua, Pembahasan Renstra (Rencana dan strategi) pengembangan PC PMII di bojonegoro 2018/2018. Dalam hal ini, seluruh pengurus memahami bersama perihal visi misi yang menjadi tujuan awal dari pengurus cabang. Tujuannya adalah sebagai singkronisasi antara kandungan visi misi terhadap program dan gerakan yang akan terlahir nantinya. Maka tolak ukur pengembangan kaderisasi  akan sesuai dengan target yang diharapakan atau sesuai dengan ekspektasi. Disini, penulis meyakini bahwa setia pengurus akan memiliki argumentasi berbeda mengenai pentingnya pengertian secara harfiah sebuah referensi. Sehingga diharapkan akan muncul kesadaran penuh para pengurus untuk mewujudkan terelaisasasinya program yang telah tercantum tersebut.

Ketiga, pembahasan rekomendasi Konfercab XXV. Tentu seluruh warga PMII bojonegoro telah mengetahui bahwa konferensi tertinggi beberapa bulan lalu telah melahirkan berbagai rekomendasi yang segar. Maka pengkajian terhadap isi rekomendasi itu sungguh menjadi PR besar bagi seluruh pengurus cabang tanpa terkecuali. Sebab, Sifat sidiq harus senantiasa termaktub dalam diri pengurus agar mampu memberikan ruang kepercayaan seluas-luasnya bagi para setiap kader di komisariat dalam mengemban amanah. Berdasarkan hal ini peneluran ide dari setiap rekomendasi harus diupayakan sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan mampu menjawab problematika serta realita yang terjadi di setiap Medan.

Selanjutnya, diskusi panjang dan lama ini akan diwujudkan dalam bentuk gagasan nyata pada Selasa mendatang, yakni tepat tanggal 26 Maret 2018 pada Raker(Rancangan Kerja) PC PMII Bojonegoro sekaligus dirangkai dengan Sosialisasi pemilu sebagai wujud partisipasi  warga pergerakan sebojonegoro dalam mensukseskan pemilu pada April mendatang.

Tulisan ini terangkai tepat pada Kamis, 21 Maret 2019 di Basecamp PC PMII Bojonegoro pada sela-sela keheningan selepas perkumpulan para pengurus usai dan kembali melanjutkan ibadah ngopi di warung kopi.


Penulis adalah Siti Ainur Rodhiyah (Sekretaris Kopri PC PMII Bojonegoro 2018/2019)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perusahaan terbesar seorang laki-laki adalah perempuan.

Hiruk Pikuk Permasalahan Abad ini

Aku Heran